Tuesday, 27 October 2026

Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono Pekalongan

 

Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

Suasana pelatihan Gema Ai guru MSI VIII Medono Pekalongan

Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono: Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

Oleh : Mahfudl Sidiq, S.Pd.I

Pekalongan – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi pendidikan, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono yang diikuti oleh 20 guru pada tanggal 20 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan.

Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal dan mempelajari pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai fitur dan alat berbasis AI yang dapat membantu meringankan tugas administrasi guru, menyusun perangkat pembelajaran, membuat media pembelajaran yang menarik, serta mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Sebanyak 20 guru mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui kegiatan pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan berbagi pengalaman. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Kehadiran teknologi AI diharapkan menjadi peluang bagi guru untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Guru tidak harus melakukan semua pekerjaan secara manual, tetapi dapat memanfaatkan teknologi sebagai asisten untuk bekerja lebih efisien. Meskipun demikian, peran guru sebagai pendidik tetap tidak tergantikan, terutama dalam menanamkan nilai-nilai karakter, akhlak mulia, keteladanan, dan kasih sayang kepada peserta didik.

Melalui Pelatihan GEMA AI Batch 8 ini, MSI VIII Medono diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, melainkan guru yang terus membuka diri terhadap perubahan demi memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.

Dengan semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi, 20 guru peserta Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono diharapkan mampu menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang lebih maju, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Teknologi membantu guru melangkah lebih jauh, tetapi hati, keteladanan, dan dedikasi gurulah yang tetap menjadi cahaya dalam perjalanan pendidikan.e – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi pendidikan, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono yang diikuti oleh 20 guru. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan.

Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal dan mempelajari pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai fitur dan alat berbasis AI yang dapat membantu meringankan tugas administrasi guru, menyusun perangkat pembelajaran, membuat media pembelajaran yang menarik, serta mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Sebanyak 20 guru mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui kegiatan pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan berbagi pengalaman. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Kehadiran teknologi AI diharapkan menjadi peluang bagi guru untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Guru tidak harus melakukan semua pekerjaan secara manual, tetapi dapat memanfaatkan teknologi sebagai asisten untuk bekerja lebih efisien. Meskipun demikian, peran guru sebagai pendidik tetap tidak tergantikan, terutama dalam menanamkan nilai-nilai karakter, akhlak mulia, keteladanan, dan kasih sayang kepada peserta didik.

Melalui Pelatihan GEMA AI Batch 8 ini, MSI VIII Medono diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, melainkan guru yang terus membuka diri terhadap perubahan demi memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.

Dengan semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi, 20 guru peserta Pelatihan GEMA AI Batch 8 di MSI VIII Medono diharapkan mampu menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang lebih maju, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Teknologi membantu guru melangkah lebih jauh, tetapi hati, keteladanan, dan dedikasi gurulah yang tetap menjadi cahaya dalam perjalanan pendidikan.

Wednesday, 5 August 2026

RANGKUMAN MATERI JENJANG MADRASAD IBTIDAIYAH (MI) MAPEL UMUM

 Belajar jadi lebih mudah dengan kumpulan rangkuman materi untuk Kelas 1 sampai Kelas 6 SD. Cocok digunakan oleh siswa, guru, maupun orang tua sebagai bahan belajar, pengayaan, dan persiapan menghadapi penilaian.

📘 Kelas 1

Bhs Indonesia https://drive.google.com/file/d/1b_TTMtPOlpvgisMERcn6soWwmB9Y83N1/view

PenPan ()


📗 Kelas 2

s.id/Rangkuman-Kelas-2

📙 Kelas 3

s.id/Rangkuman-Kelas-3

📕 Kelas 4

s.id/Rangkuman-Kelas-4

📒 Kelas 5

s.id/Rangkuman-Kelas-5

📔 Kelas 6

s.id/Rangkuman-Kelas-6


Silahkan download dan Simpan postingan ini agar mudah diakses kapan saja, lalu bagikan kepada rekan guru dan peserta didik lainnya agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.

Tuesday, 26 May 2026

KHUTBAH IDUL ADHA

 

“Belajar Ikhlas dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail”

Disusun oleh Mahfudl Sidiq, S.Pd.I

 

)اَللهُ أَكْبَرُ   اَللهُ أَكْبَرُ.  اَللهُ أَكْبَرُ( x3   كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ.

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ    فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِين

Hadirin jamaah sholat Idul Adha Rahimakumullāh,

Pada kesempatan yang mulia ini. Marilah kita tetap dan selalu berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Swt. yang masih memberikan kita iman, kesehatan, dan kesempatan untuk bertemu dengan hari yang agung ini, hari raya Iduladha. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد  

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan oleh Allah.

Hari ini kita berkumpul dengan pakaian terbaik. Anak-anak tersenyum. Takbir menggema di mana-mana. Namun di balik suasana bahagia ini, ada pelajaran besar yang sering membuat hati kita bergetar: pelajaran tentang keikhlasan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah.

Kita mengenang kisah seorang ayah yang sangat mencintai anaknya. Bertahun-tahun Nabi Ibrahim a.s. menunggu hadirnya seorang anak. Ketika usia beliau telah senja, Allah menganugerahkan anak yaitu Nabi Ismail a.s. Betapa besar cinta Ibrahim a.s  kepada putranya itu. Namun ketika cinta itu sedang tumbuh begitu dalam, Allah menguji beliau. Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anak yang paling dicintai dan disayanginya.        Bayangkan, jamaah sekalian…

Seorang ayah yang selama puluhan tahun menunggu seorang anak, kini diminta melepaskannya. Bukan karena benci. Bukan karena marah. Tetapi karena Allah ingin melihat: apakah cinta kepada Allah SWT.  benar-benar berada di atas segalanya?

Dan yang membuat hati kita semakin terenyuh adalah jawaban Nabi Ismail a.s. :

قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (Q.S As Shafat : 102)

Tidak ada pemberontakan. Tidak ada teriakan. Tidak ada kemarahan.

Yang ada hanyalah keikhlasan/keridhoan kepada Allah SWT.

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد  

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan oleh Allah.

Kadang kita menangis hanya karena kehilangan sedikit harta benda. Kadang kita gelisah karena kehilangan jabatan. Kadang kita kecewa karena doa kita belum terkabul. Padahal Nabi Ibrahim rela menyerahkan sesuatu yang paling beliau cintai demi ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah SWT

Lalu bagaimana dengan kita?

Sering kali Allah hanya meminta kita menjaga salat lima waktu, tetapi kita masih berat melaksanakannya.

Allah hanya meminta kita meninggalkan maksiat, tetapi kita masih sulit melepaskannya.

Allah hanya meminta kita menyisihkan sedikit rezeki untuk sedekah dan kurban, tetapi hati kita terasa sempit.

Padahal semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

Rumah yang kita banggakan akan ditinggalkan.

Harta yang kita kumpulkan akan diwariskan.

Tubuh yang kita rawat akan kembali menjadi tanah.

Dan suatu hari nanti, kita semua akan pulang menghadap Allah SWT tanpa membawa apa-apa selain amal-amal Shalih.

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد  

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan oleh Allah.

Idul adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban. Yang paling penting adalah menyembelih kesombongan, menyembelih sifat kikir, menyembelih ego, dan menyembelih cinta dunia yang berlebihan.

Betapa banyak manusia yang tampak kaya tetapi hatinya miskin.
Betapa banyak manusia yang tertawa di dunia tetapi menangis di akhirat.

Hari ini Allah mengajarkan kepada kita:

Jika Ibrahim rela mengorbankan anaknya, maka mengapa kita masih sulit mengorbankan hawa nafsu kita?

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد  

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan oleh Allah.

Selain ibadah qurban,

Di momen idut adha ini, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji. Mereka datang dari berbagai pelosok dunia, dari berbagai suku dan bangsa, dalam segala keadaan, mereka menyatu  dalam ketaatan dan kepasrahan kepada Sang Khalik-nya. Mereka menanggalkan segala atributnya masing-masing, meninggalkan berbagai kegiatan di tanah air untuk memenuhi panggilan Allah SWT  yang Maha Rahman dengan keikhlasan yang mendalam sampai kelubuk hati. Para jamaah secara bersamaan mengumandangkan kalimat yang sama, kalimat yang agung, yaitu kalimat talbiah.

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكُ لاَ شَرِيْكَ لَكَ 

Bagi orang islam yang mampu baik itu biayanya, sehat badannya, dan aman dalam perjalanannya maka dia wajib untuk melaksanakan ibadah haji, AllahSWT berfirman:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya : “(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam. (Q.S Ali Imran:97)

Berdasarkan ayat di atas, maka ibadah haji merupakan kewajiban yang tidak boleh ditawar-tawar lagi bagi setiap orang islam yang sudah mampu melaksanakannya. Sehingga pada saat ini bila mana diantara kita ada yang sudah berkewajiban/mampu menunaikan ibadah haji, tetapi karena sesuatu hal terpaksa diurungkan mungkin karena ragu-ragu atau merasa khawatir kekayaannya menjadi  berkurang, maka niatkan kembali sejak kini dengan mendaftar, sekali lagi mendaftarkan diri untuk Haji.

Hilangkan keragu-raguan itu, justru dengan menunaikan ibadah haji, Allah akan menghilangkan kefakiran, Allah akan menghlangkan kemiskinan dan juga menghapus segala dosa-dosanya

Rasulullah Bersabda :

تَابِعُوا بَيْنَ اْلحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَاِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ اْلفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ  (رواه الترمذى وابنُ خزيمة وابنُ حبان) 

Artinya : Sertakanlah idadah haji dan umroh, karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa-dosa (HR. Turmudzi, ibnu Huzaemah dan Ibnu Hibban)

 

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد  

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan oleh Allah.

Momentum Idul Adha sekarang ini yang teraplikasi dengan pelaksanaan ibadah haji dan qurban, Semoga bagi yang sudah/sedang melaksanakan haji semoga menjadi haji yang mabrur dan bagi yang belum melaksanakannya semoga diberi jalan kemudahan oleh Allah SWT. Dan bagi yang berqurban semoga diterima oleh Allah SWT dan diberi riski yang berkah sehingga tahun depan bisa berqurban lagi dan yang belum kurban tahun ini semoga tahun depan dapat melaksanakannya,

Amin 3x Ya Robbal Aalamiin

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم. وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم اقول قولى هذا واستعفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

 

Saturday, 21 February 2026

Antara Romadhona dan Romadhoni Ketika Niat Puasa, Mana yang Benar?

Sepanjang sejarah puasa bulan Ramadan yang pernah kita lalui, tak jarang masih saja kita temui pertanyaan beredar di masyarakat, yang di antaranya mengkritisi kembali lafal niat antara Ramadhana atau Ramadhani.

Meskipun kesalahan membaca lafal niat sebenarnya tidak sampai merusak konsekuensi hukum puasa seseorang, akan tetapi apabila ditinjau secara ilmu nahwu (gramatikal arab) memang rasanya kurang pas dan kurang tepat apabila terdapat harakat yang tidak sesuai. Terlebih jika kita menilik pada rumus dasar dalam bahasa Arab yang mengatakan bahwa apabila terdapat perubahan satu harakat dalam satu huruf saja, maka akan dapat merubah seluruh arti lafal.

Oleh karena itu, perlu adanya kajian secara komprehensif untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dalam membaca lafal Ramadhan secara benar yang sesuai dengan kaidah ilmu nahwu.

Sebelum membahas lebih detail terkait permasalah lafal niat tersebut, maka alangkah baiknya jika kita mengenal terlebih dahulu status dari lafal Ramadhan itu sendiri. Lafal Ramadhan sejatinya masuk dalam golongan Isim Ghairu Munshorif, yaitu isim yang serupa dengan fi’il. Sehingga apabila dalam kondisi i’rob jer, maka alamat jer-nya adalah menggunakan harakat fathah, sehingga akan terbaca Ramadhana. Namun, apabila isim tersebut disandarkan kepada lafal setelahnya (di-idlofahkan) atau ia kemasukan huruf alif-lam sebelumya, maka tanda i’rob jer-nya akan berubah menjadi menggunakan kasrah, sehingga terbaca Ramadhani. Hal ini didasarkan kepada pendapat Ibnu Malik dalam bait Alfiyah ke-44.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelafalan niat yang benar adalah sebagai berikut: “Nawaitu Shouma Ghodin ‘An Adaa-I Fardhi Syahri Romadhooni Hadhihis-Sanati Lillaahi Ta’ala.”

Redaksi lafal niat yang demikian juga dapat ditemukan dalam Kitab I’anatu at-Tholibin, juz 2 halaman 253. Meski demikian, ternyata ada pula pendapat yang mengatakan bahwa lafal Ramadhan dapat juga dibaca fathah menjadi Ramadhana. Hal ini dengan catatan apabila lafal hadzihis sanah juga harus turut dibaca fathah. Sehingga lafal niatnya akan menjadi: “Nawaitu Shouma Ghodin ‘An Adaa-I Fardhi Syahri Romadhoona Hadhihis-Sanata Lillaahi Ta’ala.”

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Kitab Kasyifatussaja halaman 7. Akan tetapi, yang cukup disayangkan adalah ketika redaksi niat yang banyak beredar di tengah-tengah masyarakat ternyata malah menggunakan lafal niat Romadhona Hadhihis-Sanati. Membaca fathah pada lafal Ramadhan sementara pada lafal Hadzihis sanah dibaca kasroh. Lafal niat yang seperti itu bisa dikatakan kesalah besar. Sebab, secara ilmu gramatika bahasa Arab tidak ada jalur pijakannya.

Lalu, bagaimana dengan hukum puasanya jika redaksi niatnya salah? Hukum puasanya tetap sah walaupun terjadi kesalahan dalam membaca harakat di dalam lafal niatnya. Sebab, sejatinya letak niat itu adalah di dalam hati. Dan yang pasti, kedua lafal niat puasa, baik Ramadhana maupun Ramadhani, keduanya sama-sama boleh dan tidak berkonsekuensi pada perubahan atau perbedaan makna niat puasa dalam batin masyarakat Indonesia.

Monday, 18 August 2025

Perangkat Ajar Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Gratis


Pembaruan sistem pendidikan Kurikulum Merdeka secara signifikan bertumpu pada apa yang dilakukan dan diyakini guru. Sehubungan dengan kompetensi dalam mengimplementasi perangkat ajar Matematika Kelas 6 menjadi hal yang perlu diamati oleh seorang guru. 

Dalam upaya menciptakan aktivitas pembelajaran lebih menyenangkan, bermakna, guru harus memahami gagasan dari masing-masing kompetensi yang ada di mata pelajaran Matematika Kelas 6 jenjang Sekolah Dasar (SD/MI) sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang merupakan prakarsa utama dari setiap Bahan Ajar.

melalui artikel ini juga tidak lepas dari keinginannya dalam berperan untuk memudahkan tenaga kependidikan dalam penyusunan perangkat ajar Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka. Kami memberikannya dalam format dokumen yang bisa diedit dan disempurnakan lebih lanjut.

Selain itu, akses yang mudah dalam mendapatkan berkas tersebut menjadi prioritas kami saat ini. Google Drive menjadi pilihan cloud storage yang sudah diketahui oleh semua tenaga pendidik yang bertugas.

Silahkan Doanlooad Perangkat Pembelajaran Matematika lewat Link :

Ingat Cara Doanload :

1. Klik doanload

2. Link Doanload akan tampil beberapa detik dibawah QR Code

3. Abaikan QR Qode GRATIS kemudian klik Doanload yang berwarna hijau

  • ATP Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download
  • CP Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download
  • KKTP Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download 
  • Modul Ajar Matematika Kelas 6 KurMer Semester 1, Download
  • Modul Ajar Matematika Kelas 6 KurMer Semester 2, Download 
  • Prota Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download
  • Promes Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download
  • Pemetaan TP Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka, Download 
  • PPT Matematika Kelas 6 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Download
  • PPT Matematika Kelas 6 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Downlo

Demikian artikel tentang Perangkat Ajar Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka. Semoga tujuan pendidikan dalam pelaksanaan IKM dapat dicapai secara efisien dan efektif, yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti perkembangan pemahaman pada materi pembelajaran.



Monday, 4 August 2025

PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA KELAS 3

Monggo didownloads !

Caranya Copy Linknya kemudian dipaste di Google Crome

Mapel Bahasa Indonesia : 

https://www.websiteedukasi.com/perangkat-bahasa-indonesia-kelas-3.html

Mapel Penpan : 

https://www.websiteedukasi.com/perangkat-ppkn-kelas-3.html 

Mapel IPAS : 

https://www.websiteedukasi.com/perangkat-ipas-kelas-3.html

Mapel Matematika : 

https://www.websiteedukasi.com/perangkat-matematika-kelas-3.html

Mapel Olga :

 https://www.websiteedukasi.com/perangkat-pjok-kelas-3.html


M